<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Memahami Jagad Raya</title>
	<atom:link href="http://carboneus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://carboneus.wordpress.com</link>
	<description>Alamku Inspirasiku</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 13:53:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='carboneus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0ccf6c6e2c2cf488aaaa251f7c7dfa02?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Memahami Jagad Raya</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://carboneus.wordpress.com/osd.xml" title="Memahami Jagad Raya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://carboneus.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Al Quran MenjelaskanTentang Hujan</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2011/12/12/al-quran-menjelaskantentang-hujan/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2011/12/12/al-quran-menjelaskantentang-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 06:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ini Baru Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[awan]]></category>
		<category><![CDATA[geo fisika]]></category>
		<category><![CDATA[meteorologi]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.wordpress.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Semakin canggihnya teknologi, mengispirasi banyak bidang ilmu pengetahuan, termasuk bidang &#8216;Meteorologi dan Geo Fisika&#8217; dalam perkembangannya, sebelumnya sampai dengan awal abad ke 20 disebutkan; satu-satunya fungsi angin terhadap awan adalah menggerakkan awan. Namun berkat teknologi akhirnya para ilmuan menemukan sifat angin yang mengawinkan antara &#8216;awan&#8217; sebagai objek utama, dengan partikel gelembung ion air dalam udara yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=532&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Semakin canggihnya teknologi, mengispirasi banyak bidang ilmu pengetahuan, termasuk bidang &#8216;Meteorologi dan Geo Fisika&#8217; dalam perkembangannya, sebelumnya sampai dengan awal abad ke 20 disebutkan; satu-satunya fungsi angin terhadap awan adalah menggerakkan awan. Namun berkat teknologi akhirnya para ilmuan menemukan sifat angin yang mengawinkan antara &#8216;awan&#8217; sebagai objek utama, dengan partikel gelembung ion air dalam udara yang disebut &#8216;aerosol&#8217; hingga terbentuknya hujan.<span id="more-532"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak ilmuan yang terlibat dalam penelitian tersebut terkejut, ketika menemukan salah satu ayat dalam &#8216;Al Quran&#8217; yang menyebutkan hal demikian. “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (aerosol dan awan), dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.”[QS. 15:22]</p>
<p style="text-align:justify;">Jauh sebelum manusia memiliki kepandaian tentang ilmu &#8216;Meteorologi dan Geo Fisika&#8217; berabad-abad yang lalu, ternyata Al Quran sudah memberitahukan hal ini kepada manusia di dunia. Fungsi angin yang mengawinkan ini dapat dilihat sebagaimana kejadian berikut:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Angin yang bertiup di samudera bergesekan dengan permukaan air laut, kemudian menimbulkan gelembung udara akibat terbentuknya buih. Ketika gelembung udara yang jumlahnya tidak dapat dihitung terangkat dari permukaan ini pecah, jutaan partikel kecil yang dikenal sebagai aerosol, dengan ukuran kira-kira sekitar 2 nm sampai 100 um ini kemudian terangkat dan bercampur dengan udara.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 666px"><a href="http://carboneus.com"><img class="  " title="Al Quran Menjelaskan Tentang Hujan" src="http://carboneus.com/wp-content/uploads/2011/11/Senja-Kuning-11.11.11.jpg" alt="Al Quran Menjelaskan Tentang Hujan" width="656" height="368" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Awan yang Indah Ini Milik www.carboneus.com</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tidak berhenti sampai disitu, partikel aerosol dalam udara selama perjalanan melalui banyak rintangan, ketika sampai di daratan, ia akan berbaur dengan beberapa unsur penting yang terkandung dalam partikel debu dari tanah. Kombinasi aerosol dan beberapa unsur kimia yang terlepas dari partikel debu tanah, salah satunya &#8216;Nitrogen&#8217; kemudian terangkat ke lapisan udara lebih tinggi. Dengan bantuan angin sampailah mereka pada salah satu lapisan ozon yang bernama troposfir, lapisan ozon ini mengandung unsur berbagai gas kimia, hasil dari seluruh aktifitas di permukaan bumi. Disinilah uap air bertemu berbagai macam partikel zat tertentu, hingga kemudian terbentuk menjadi gumpalan awan, karena suhu yang dingin. Berkat bantuan partikel-partikel bebas yang terkandung dalam troposfer, uap air berupa awan mengembun di sekitar aerosol membentuk butiran air, ketika jumlahnya menjadi bertambah banyak maka air pun jatuh ke bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Al Quran hal ini disebutkan dengan:<br />
&#8220;Demi langit yang mengandung hujan.&#8221; [QS. 86:11]</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan Allah, Dia-lah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu kami hidupkan bumi setelah matinya dengan &#8220;hujan&#8221; itu. Demikianlah kebangkitan itu.&#8221; [QS. 35:9]</p>
<p style="text-align:justify;">Serta masih banyak lagi, ayat dalam surah yang dituliskan dalam mushaf Al Quran, membahas tentang &#8216;hujan&#8217; dengan segala ketentuannya yang sangat terencana. Bahkan tidak ada satu pun desain yang dibuat manusia, dengan perhitungan paling cermat sekalipun, dapat menyamai seperti yang disebutkan dalam Al Quran.</p>
<p style="text-align:justify;">Hebatnya lagi, Al Quran manyebutkan hal ini pada saat manusia masih belum mengenal tentang ilmu pengetahuan, ia diturunkan jauh sebelum peradaban manusia mengenal teknologi cangih, yang dapat mempelajari ilmu &#8216;Meteorologi dan Geo Fisika&#8217; secara akurat, seperti yang terjadi saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana menurut anda?</p>
<p style="text-align:justify;">[Ditulis berdasar beberapa ayat yang terkandung dalam surah, dalam mushaf Al Quran, dan beberapa referensi yang ditunjuk www.google.com, dengan kata kunci "Al Quran menjelaskan tentang hujan."]</p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/awan/'>awan</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/geo-fisika/'>geo fisika</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/meteorologi/'>meteorologi</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/pengetahuan/'>pengetahuan</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/tentang-hujan/'>Tentang Hujan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=532&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2011/12/12/al-quran-menjelaskantentang-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://carboneus.com/wp-content/uploads/2011/11/Senja-Kuning-11.11.11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Al Quran Menjelaskan Tentang Hujan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Online</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/29/pengusaha-online/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/29/pengusaha-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 05:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Online]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.wordpress.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan istilah online dan Blogging sudah begitu akrab dalam benak ita akhir-akhir ini, hampir setiap hari kita temukan, terlebih lagi bagi pengguna internet aktif. Seperti dua judul tulisan terdahulu, telah dibahas sekilas tentang blog sekaligus manfaatnya, kali ini ijinkan saya untuk membahas tentang Pengusaha Online, sebagian orang diluar sana sudah terlanjur memberikan julukan dengan sebutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=528&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan istilah <strong>online dan Blogging</strong> sudah begitu akrab dalam benak ita akhir-akhir ini, hampir setiap hari kita temukan, terlebih lagi bagi pengguna internet aktif. Seperti dua judul tulisan terdahulu, telah dibahas sekilas tentang blog sekaligus manfaatnya, kali ini ijinkan saya untuk membahas tentang <strong>Pengusaha Online</strong>, sebagian orang diluar sana sudah terlanjur memberikan julukan dengan sebutan <strong>Blogpreneur</strong>. Apakah ada yang salah? Tentu saja tidak, mari kita kupas dengan membuang kulit tebal yang membungkus istilah Blogpreneur.</p>
<h2><strong>Blogpreneur</strong></h2>
<p>Berasal dari dua suku kata <strong>Blog dan Enterpreneur</strong>, sesuai dengan makna yang terkandung secara terpisah, istilah tersebut ditujukan guna menyebut sebuah media internet berupa blog, dikelola perorangan atau kelompok, sebagian besar muatan berisi tulisan dan gambar, kemudian dimanfaatkan sebagai alat penunjang usaha.</p>
<p>Mengelola media ini tergolong cukup mudah, pengguna blog hanya memerlukan kreatifitas dalam penulisan, mengarahkan calon pelanggan untuk menggunakan produk yang kita tawarkan, bisa jadi yang dipasarkan bukan berbetuk barang, tidak terbatas kemungkinan untuk beriklan produk jasa offline bahkan online. Sesuai dengan tujuan, bentuk penulisan dapat diarahkan untuk tujuan <a title="Blogpreneur Nusantara Indonesia" href="http://mingguraya.com/">promosi</a>, tulisan jenis ini umumnya disebut dengan Advertorial, membahas produk dengan menceritakan perjalanan pemilik, testimonial konsumen, pendapat publik dan masih banyak lagi. Tulisan umumnya dibuat dalam format berita, dibuat dengan judul, sub judul serta tema yang menarik. Buntuk penulisan ini sangat umum kita temukan pada media cetak, khususnya majalah dengan segmentasi terbatas.</p>
<h2><strong>Advertorial</strong></h2>
<p>Jika anda telah mengerti benar dengan dengan bentuk penulisan <strong>Advertorial</strong>, dapat lamgsung menerapkan pada blog masing-masing, bagi yang belum mengerti sama sekali, adabaiknya mulai membaca tutorial penulisan, anda bisa memulainya dengan mencari tau melalui <strong><a title="Blogger Advertorial Indonesia" href="http://www.google.co.id/#sclient=psy-ab&amp;hl=id&amp;source=hp&amp;q=cara+penulisan+advertorial&amp;oq=cara+penulisan+advertorial&amp;aq=f&amp;aqi=&amp;aql=&amp;gs_sm=e&amp;gs_upl=112024l112024l2l112254l1l1l0l1l0l0l0l0ll0l0&amp;bav=on.2,or.r_gc.r_pw.&amp;fp=327a74cd8f31c6b3&amp;biw=1280&amp;bih=897">Google</a></strong>.</p>
<p>Berikut sedikit tips dari saya;</p>
<ol>
<li>Untuk menghasilkan tulisan advertorial yang memikat, syarat wajib ini tidak bisa ditawar. Anda harus menjajal lebih dulu produk yang Anda iklankan sebelum menuliskannya kedalam sebuah artikel.</li>
<li>Tulisan dengan gaya review dari sudut pandang Anda sebagai konsumen ternyata lebih kuat untuk menarik minat pembaca. Ini berbeda dengan tulisan yang ditulis hanya berupa informasi dari sudut pandang produsen.</li>
<li>Pemberian data-data hasil test atau pengujian Anda di dalam artikel advertorial terbukti sangat membantu menarik ketertarikan dari para pembaca.</li>
<li>Perlu diperhatikan, advertisement (iklan) dan editorial dalam sebuah artikel advertorial harus proporsional. Unsur Editorial harus lebih kuat daripada unsur iklan. Pemberian persuasi atau tawaran iklannya secara halus terbukti lebih efektif daripada bahasa iklan yang terlalu berlebihan.</li>
</ol>
<h2><strong>Optimasi</strong></h2>
<p>Jangan lupa, melakukan optimasi agar tulisan ada terindeks pada mesin pencari. Beberapa unsur harus dipatuhi, gunanya agar blog kita tidak dianggap sebagai scam atau spam oleh pembaca serta mesin pencari. Cara ini sering disebut dengan SEO (<a title="Blogger Nusantara SEO Blogpreneur Indinesia" href="http://hariesaja.wordpress.com/2011/09/28/blogpreneur-bukti-gara-gara-seo-trafik-naik/">Search Engine Optimation</a>), banyak sekali website atau blog yang memberikan tutorial mengenai ini. Berhati-hati dalam menerapkan tutorial yang anda dapat, pelajari benar aturan yang ditetapkan oleh pengelola <a title="Google SEO Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia" href="http://www.google.com/support/webmasters/bin/answer.py?answer=35291">mesin pencari</a>.</p>
<p>Berikut ini adalah sedikit pencerahan dari saya:</p>
<ol>
<li>Buatlah tulisan dengan tema dan isi yang tergolong dalam kategori Unik, dengan kata lain belum pernah ada orang yang menulis hal ini.</li>
<li>Gunakan judul dengan kata yang paling banyak digunakan di mesin pencari, jangan lupa juga sisipkan dalam tulisan. Judul dan isi bahasan mutlak memiliki relevansi yang kuat, jangan sekali-sekali membuat judul yang tidak sesuai dengan apa yang sedan dibahas dalam tulisan, karena dapat mengakibatkan pembaca serta merta mninggalkan blog anda.</li>
<li>Berikan link keluar, maksimal tiga tautan untuk satu tulisan, dan maksimal dua tautan untuk tulisan lain dalam blog yang sama.</li>
<li>Luangkan waktu untuk meninggalkan komentar pada banyak blog orang lain.</li>
<li>Tanggapi komentar semua komentar masuk.</li>
</ol>
<p>Baca juga: <a title="Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia" href="http://carboneus.wordpress.com/2011/09/26/laskar-yang-tersisa.xhtml">Tulisan saya sebelumnya</a><br />
Demikian tips dari saya, semoga dapat membantu. &#8220;<strong>Dukung Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia</strong>&#8220;</p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/blog/'>Blog</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/blogpreneur/'>Blogpreneur</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/enterpreneur/'>Enterpreneur</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/pengusaha-online/'>Pengusaha Online</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/seo/'>SEO</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=528&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/29/pengusaha-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laskar yang Tersisa</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/26/laskar-yang-tersisa/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/26/laskar-yang-tersisa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 07:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kayuh Baimbai]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.wordpress.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan judul Novel, Cerpen, apa lagi Film. judul di atas bukan asal comot, tapi asal karang &#8220;kyanya ga ada beda antara dua-duanya ya, heheeeee.&#8221; Setelah membaca beberapa postingan teman-teman Blogger yang mengikuti lomba SEO Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia, beberapa hari ini saya menemukan banyak opini serupa, sebagian besar menuding banyak blog yang ditinggalkan pemiliknya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=522&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ini bukan judul Novel, Cerpen, apa lagi Film. judul di atas bukan asal comot, tapi asal karang &#8220;kyanya ga ada beda antara dua-duanya ya, heheeeee.&#8221; Setelah membaca beberapa postingan teman-teman Blogger yang mengikuti lomba <strong>SEO Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia</strong>, beberapa hari ini saya menemukan banyak opini serupa, sebagian besar menuding banyak blog yang ditinggalkan pemiliknya. Mari kita cermati sejenak, mengapa fenomena ini terjadi. Khusus bagi pengguna Blog di Indonesia, setelah sedikit dipelajari, ternyata pengguna blog di Indonesia banyak yang tidak mengerti, untuk apa blognya digunakan. Sebagian lagi mempunyai alasan cukup beragam, mulai dari malas, kurang ide, sampai masalah koneksi internet yang terbatas.</p>
<h2><strong>Penunjang Bisnis</strong></h2>
<p>Mari kita renungkan, ternyata tidak sedikit yang menninggalkan atau menelantarkan blog dengan alasan serupa. Namun saya menemukan cukup banyak blogger yang setia, semagat menjadikan blog sebagai media informasi usaha sekarang ini mulai kebanjiran peminat, alasnnya simpel, selain tidak memerlukan biaya, cara tersebut dinilai cukup efektif, pengguna dapat menggunakan blog berbasis bisnis secara bebas dan gratis.</p>
<p>Cukup dengan bermodal blog, koneksi dan tentu saja sedikit keahlian meulis artikel, penggiat bisnis sudah dapat mempromosikan produk usahanya melalui internet. Ini menjadi motivasi bagi sebagian blogger yang masih setia dengan blognya.</p>
<h2><strong>Berbagi Informasi</strong></h2>
<p>Tidak jauh beda, sebagian blogger yang bertahan pada komunitas <strong><a title="Komunitas Blogger Kalimantan Selatan" href="http://kayuhbaimbai.org/">Blogger Kayuh Baimbai</a></strong> memiliki beragam motivasi. Ada yang sekadar ingin berbagi informasi, menekuni bidang penulisan sastra, bisnis, fotografi, dan masih banyak lagi. Memang tidak banyak yang tersisa, namun motivasi, kesetiaan, semangat persaudaraan meraka patut kita contoh.</p>
<p>Mereka yang tersisa dan masih setia, bukanlah orang-orang yang terpilih, meraka adalah orang-orang yang mempunyai semagat kuat. Kembali kepada masing-masing, untuk apa semangat itu dibangun tergantung dari niat yang ditanamkan. Seperti kata pepatah &#8220;siapa yang menanam benih ia jua yang akan menuai.&#8221; Yakinlah kawan, semua hasil akan datang menghapiri kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=522&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/26/laskar-yang-tersisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/24/blogger-nusantara-blogpreneur-indonesia/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/24/blogger-nusantara-blogpreneur-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 11:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hariesaja.wordpress.com]]></category>
		<category><![CDATA[http://bloggernusantara.com/web/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.wordpress.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Memperhatikan aktifitas blog orang ini membahas Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia, teringat nasib blogku, sudah lama sekali tersia-sia, &#8220;maafkan aku ya.. blog tercinta.&#8221; Bukan karena latah atau iri hati, namun setelah membaca-baca beberapa posting serupa, aku pun tertarik untuk bernostalgia. Beberapa tahun yang lalu aku terhitung cukup rajin update blog, dan lebih sering lagi sekadar jalan-jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=514&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>M</strong>emperhatikan aktifitas blog <a title="Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia" href="http://hariesaja.wordpress.com/2011/09/23/blogger-nusantara-blogpreneur-indonesia/">orang ini membahas <strong>Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia</strong></a>, teringat nasib blogku, sudah lama sekali tersia-sia, &#8220;maafkan aku ya.. blog tercinta.&#8221; Bukan karena latah atau iri hati, namun setelah membaca-baca beberapa <em>posting</em> serupa, aku pun tertarik untuk bernostalgia. Beberapa tahun yang lalu aku terhitung cukup rajin update blog, dan lebih sering lagi sekadar jalan-jalan ke blog teman. Wajar saja kala itu koneksiku belum termasuk dalam golongan <em>fakir-bandwidth</em>, namun setelah setahun belakangan aku bernasib kurang mujur, sehingga sekarang termasuk ke dalam golongan orang-orang <em>fakir-bandwidth</em>, sungguh kejadian ini bukan karena kesengajaan semata.<span id="more-514"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://bloggernusantara.com/web/">Seperti apa dunia blogging di Indonesia?</a></strong><br />
Istilah blog pertama kali muncul pada tahun 1997, diperkenalkan oleh Jorn Barger. Istilah <em>Blogger</em> digunakan oleh penggunanya untuk menyebut website pribadi (<em>personal website</em>), sebagian besar berisi catatan harian si <em>web owner</em>. Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman “<em>What’s New</em>” pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Mosaic sendiri adalah browser pertama sebelum kemunculan Internet Explorer, menggantikan fungsi mosaic sebagai <em>web browser</em>. Tapi ada yang mengatakan bahwa blog pertama adalah website pribadi milik Justin Hall. Terserah kalian lebih percaya dengan yang mana.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengantar cerita pribadiku di atas sedikit memberi penjelasan, mengapa banyak blogger yang terkesan menganak-tirikan blognya. Dalam perkembangan <a title="Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia" href="http://bloggernusantara.com/web/kriterias/view/5">dunia blogging di Indonesia</a> berawal pada tahun 1999-2000 dan menjadi trend di tahun 2003. Bahkan di tahun tersebut blog sudah dianggap memiliki potensi sangat baik. Sebagian besar blogger menjadikan blog sebagai media untuk berbagi informasi. Banyak opini, banyak kejadian penting terekam pada tulisan, tersebar di berbagai blog di Indonesia, blogger seperti ini termasuk dalam genre <em>citizen journalism</em>, akhir-akhir ini memang mengalami penurunan aktifitas, alih-alih menjadikan blog sebagai media berkeluh-kesah terhadap kinerja pejabat publik, tidak jarang para <em>citizen journalist</em> merasa tulisannya luput dari perhatian, pada akhirnya menemukan kebuntuan komunikasi antara publik dan pemimpin, membuat banyak dari mereka memilih untuk kembali diam, atau bahkan beralih menjadi blogger pemburu dollar, tetapi tidak sama dengan impian <a title="Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia" href="http://bloggernusantara.com/web/"><strong>Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia</strong>.</a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana menjadi blogpreneur, dan manfaatnya?</strong><br />
Beberapa tahun terakhir, blog mulai dijadikan sumber nafkah bagi sebagian blogger di Indonesia. Ada blogger pemburu dollar yang telah berhasil meraup ribuan dollar ketika menjadi netpreanur. Selain masyarakat ‘biasa’, banyak tokoh-tokoh masyarakat yang ikut ngeblog. Mulai dari pengusaha sampai dengan seniman juga mempunyai blog pribadi. Tentu saja isi dari blog tersebut bervariasi, tergantung profesi yang mereka tekuni. Blogpreneur merupakan pengembangan fungsi baru dari blog, sebelumnya blog hanya menjadi media catatan pribadi, kini bergeser menjadi media pendukung maupun media utama pencari keuntungan. Cukup banyak para penggiat bisnis online yang menggantungkan nafkah melalui blog seperti yang pernah diajarkan temanku yang bernama <a href="http://hariesaja.wordpress.com/">orang ini</a> yang sedang giat perang SEO dengan kata kunci <strong><a title="Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia" href="http://bloggernusantara.com/web/kriterias/view/5">Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia</a></strong>, bahkan ada beberapa yang berhasil membangun media blog menjadi sebuah korporasi, sungguh tidak main-main, sebagian dari mereka bisa menghasilkan puluhan ribu dollar setiap bulan. Menarik bukan?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Blogger Nusantara &#8211; Blogpreneur Indonesia</strong><br />
Kebanggaan dan keharuan bercampur rasa salut terhadap teman-teman <strong>Blogger Nusantara</strong>, dalam keterbatasan waktu serta jarak, mereka masih sempat memikirkan untuk menghimpun dan menyatukan seluruh blogger di Indonesia dalam satu wadah, mempertemukan di dalam satu ruang dan waktu yang begitu berharga dan memberikan banyak manfaat. Tentu tidak mudah untuk dapat mengumpulkan sekian banyak blogger yang tersebar di segala penjuru wilayah Indonesia, berharap akan terciptanya kerukunan antar blogger, dengan ragam karakter serta latar belakang sendi kehidupan. Yakinku, dengan niat tulus dan semangat kuat digagasnya Blogger Nusantara, semua akan menjadi ringan, dengan semangat persaudaraan semua <a href="http://bloggernusantara.com/web/kriterias/view/1">impian itu</a> pasti terwujud. Mari kita dukung <strong><a href="http://carboneus.wordpress.com/2011/09/24/blogger-nusantara-blogpreneur-indonesia/">Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia</a>.</strong></p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/blogger-nusantara-blogpreneur-indonesia/'>Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/hariesaja-wordpress-com/'>hariesaja.wordpress.com</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/httpbloggernusantara-comweb/'>http://bloggernusantara.com/web/</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=514&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2011/09/24/blogger-nusantara-blogpreneur-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumpah Serapah Pemuda</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2010/10/28/sumpah-serapah-pemuda/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2010/10/28/sumpah-serapah-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 17:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekedar saja]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.wordpress.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Suara lantang, tegas diteriakan pemuda, mulai dari nada kritis sampai nada sumbang. Semua muntah dari mulut bau karena jarang gosok gigi para pemuda, berkeringat tidak kalah bau dengan mulut, karena jarang mandi, bahkan sampai berdarah-darah. Berangkat dari rumah, pamit ijin untuk pergi kuliah, sampai di kampus buru-buru pasang jas almamater. Mangkir dari jam kuliah tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=511&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Suara lantang, tegas diteriakan pemuda, mulai dari nada kritis sampai nada sumbang. Semua muntah dari mulut <span style="text-decoration:line-through;">bau karena jarang gosok gigi</span> para pemuda, berkeringat <span style="text-decoration:line-through;">tidak kalah bau dengan mulut, karena jarang mandi</span>, bahkan sampai berdarah-darah. Berangkat dari rumah, pamit ijin untuk pergi kuliah, sampai di kampus buru-buru pasang jas almamater. Mangkir dari jam kuliah tanpa pamit kepada sang dosen. Bersama-sama teman <span style="text-decoration:line-through;">sama dekil dan bau</span> seperjuangan menuju tempat aksi, terik-teriak <span style="text-decoration:line-through;">sampe urat leher sebesar jempol tangan</span>, mencaci-maki para pejabat negara yang katanya, bahkan tega menyamakan tokoh pejabat negara dengan kerbau <span style="text-decoration:line-through;">yang tidak kalah dekil dan bau dengan mereka</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika para pejabat, serta elit negara dianggap <em>oportunis</em> oleh segelintir mahasiswa vokal, mereka hanya tersenyum, bahkan cenderung tidak ada respon. Ketika masa berkembang menjadi ribuan bahkan puluhan ribu, mereka kasak-kusuk menyusun strategi, agar bisa membentuk <em>koalisi politis</em>, golongan muda kalangan mahasiswa vokal tapi sumbang jadi rekan kerja. Ujung-ujungnya, mahasiswa <span style="text-decoration:line-through;">dekil, bau serta tidak disiplin</span> berubah <em>inkonsisten</em>. Tadinya teriak-teriak mendadak jadi vokalis, tembang politis jadi sebuah lagu tidak merdu. Bahkan sangat tidak merdu ketika didengar oleh masyarakat kebanyakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lantas, harus bagai mana?<span id="more-511"></span></p>
<p style="text-align:justify;">kembali ke tujuan awal, mungkin akan terasa lebih elegan. Boleh-boleh saja menganggap sebuah pemerintahan <em>inkonstitusional</em>, penuh rekayasa bahkan tidak berpihak pada masyarakat. Tapi mestinya dilakukan dengan cara bijak, tanpa harus melakukan perbuatan <em>inkonstitusional</em>, rekayasa serta mengganggu kepentingan masyarakat. Coba ingat dengan sumpah pemuda, &#8216;bukan sumpah serapah;&#8217;</p>
<p>SOEMPAH PEMOEDA<br />
Pertama :</p>
<ul>
<li> KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA</li>
</ul>
<p>Kedua :</p>
<ul>
<li> KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA</li>
</ul>
<p>Ketiga :</p>
<ul>
<li> KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA</li>
</ul>
<p>Djakarta, 28 Oktober 1928</p>
<p>Teks Soempah Pemoeda dibatjakan pada waktoe Kongres Pemoeda yang diadakan di<br />
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 &#8211; 28 Oktober 1928 1928.</p>
<p>Soesoenan Kepanitiaan &amp; Anggauta Soempah Pemoeda:</p>
<p>Ketoea : Soegondo Djojopoespito (PPPI)<br />
Wakil Ketoea : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)<br />
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)<br />
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)<br />
Pembantoe I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)<br />
Pembantoe II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)<br />
Pembantoe III : Senduk (Jong Celebes)<br />
Pembantoe IV : Johanes Leimena (yong Ambon)<br />
Pembantoe V : Rochjani Soe&#8217;oed (Pemoeda Kaoem Betawi)<br />
Peserta :</p>
<p>1. Abdul Muthalib Sangadji<br />
2. Purnama Wulan<br />
3. Abdul Rachman<br />
4. Raden Soeharto<br />
5. Abu Hanifah<br />
6. Raden Soekamso<br />
7. Adnan Kapau Gani<br />
8. Ramelan<br />
9. Amir (Dienaren van Indie)<br />
10. Saerun (Keng Po)<br />
11. Anta Permana<br />
12. Sahardjo<br />
13. Anwari<br />
14. Sarbini<br />
15. Arnold Manonutu<br />
16. Sarmidi Mangunsarkoro<br />
17. Assaat<br />
18. Sartono<br />
19. Bahder Djohan<br />
20. S.M. Kartosoewirjo<br />
21. Dali<br />
22. Setiawan<br />
23. Darsa<br />
24. Sigit (Indonesische Studieclub)<br />
25. Dien Pantouw<br />
26. Siti Sundari<br />
27. Djuanda<br />
28. Sjahpuddin Latif<br />
29. Dr.Pijper<br />
30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)<br />
31. Emma Puradiredja<br />
32. Soejono Djoenoed Poeponegoro<br />
33. Halim<br />
34. R.M. Djoko Marsaid<br />
35. Hamami<br />
36. Soekamto<br />
37. Jo Tumbuhan<br />
38. Soekmono<br />
39. Joesoepadi<br />
40. Soekowati (Volksraad)<br />
41. Jos Masdani<br />
42. Soemanang<br />
43. Kadir<br />
44. Soemarto<br />
45. Karto Menggolo<br />
46. Soenario (PAPI &amp; INPO)<br />
47. Kasman Singodimedjo<br />
48. Soerjadi<br />
49. Koentjoro Poerbopranoto<br />
50. Soewadji Prawirohardjo<br />
51. Martakusuma<br />
52. Soewirjo<br />
53. Masmoen Rasid<br />
54. Soeworo<br />
55. Mohammad Ali Hanafiah<br />
56. Suhara<br />
57. Mohammad Nazif<br />
58. Sujono (Volksraad)<br />
59. Mohammad Roem<br />
60. Sulaeman<br />
61. Mohammad Tabrani<br />
62. Suwarni<br />
63. Mohammad Tamzil<br />
64. Tjahija<br />
65. Muhidin (Pasundan)<br />
66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)<br />
67. Mukarno<br />
68. Wilopo<br />
69. Muwardi<br />
70. Wage Rudolf Soepratman<br />
71. Nona Tumbel</p>
<p>Catatan :<br />
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu&#8221;Indonesia Raya&#8221;<br />
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.</p>
<p>1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat<br />
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah<br />
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie<br />
Kong Liong.<br />
2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau<br />
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang<br />
yaitu :<br />
a. Kwee Thiam Hong<br />
b. Oey Kay Siang<br />
c. John Lauw Tjoan Hok<br />
d. Tjio Djien kwie<br />
** <em>sumber naskah &#8211; http://sumpahpemuda.org/</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sayang, setelah para pelopor untuk pertama kali membacakan sumpah tersebut, selanjutnya sumpah pemuda hanya berlaku bagi para pemuda, ketika mereka tua sumpahnya sudah tidak berlaku, selanjutnya mereka kembali akan menjadi sasaran supah serapah oleh kaum muda selanjutnya. Begitu terus-menerus, selama negara ini tetap belum benar.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/sumpah-pemuda/'>Sumpah Pemuda</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=511&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2010/10/28/sumpah-serapah-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalimantan, Merdeka!</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2010/08/12/kalimantan-merdeka/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2010/08/12/kalimantan-merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 16:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[garuda]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.wordpress.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya sudah saatnya aku menulis lagi, cukup lama jari ini tidak aku gunakan untuk menekan deretan tombol huruf di keyboard. Kini terasa agak kaku memang, setelah beberapa bulan terakhir aku jarang sekali menulis, lumayan terasa canggung, namun tetap aku paksa untuk menyelesaikan sebuah tulisan singkat, apa lagi kalau bukan ungkapan uneg-unegku (maksudnya curhat). Setelah beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=502&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Rasanya sudah saatnya aku menulis lagi, cukup lama jari ini tidak aku gunakan untuk menekan deretan tombol huruf di<em> keyboard</em>. Kini terasa agak kaku memang, setelah beberapa bulan terakhir aku jarang sekali menulis, lumayan terasa canggung, namun tetap aku paksa untuk menyelesaikan sebuah tulisan singkat, apa lagi kalau bukan ungkapan uneg-unegku (maksudnya curhat).<span id="more-502"></span></p>
<p>Setelah beberapa waktu mengasingkan diri, mencoba berbaur, mengunjungi sodara setanah air di kampungku Kalimantan tercinta. Dari satu desa ke desa lain, hari demi hari aku lalui, bergaul dengan para petani, buruh bangunan, karyawan rendahan, sampai guru honor. Sungguh sangat jauh dari kemewahan. Dari <strong>Kalimantan</strong>, menjelang peringatan hari kemerdekanan Indonesia (17/8/2010), aku mencoba meneriakan kata <strong>Merdeka&#8230;!</strong> (bukan untuk Kalimantan tapi untuk Indonesia). Kalau teriak merdeka untuk kalimantan, nanti bisa di tangkap dan dituduh sebagai golongan makar (bukan makelar), padahal katanya kemerdekaan adalah milik segenap bangsa Indonesia, tetap saja teriak merdekanya untuk Indonesia, bukan untuk rakyatnya.</p>
<p>Ah sudah lah, aku hanya mencoba merasakan suasana kemerdekaan, seperti yang dirasakan para perjuang kemerdekaan dahulu kala. Semoga mereka yang berjuang mati-matian demi kemerdekaan, dengan niat tulus, benar-benar dapat dirasakan generasi sekarang hasilnya. Menikmati hasil, memperhatikan berita di banyak media massa, kok rasanya perjuangan mereka sia-sia, terlebih lagi ketika mencermati berita di televisi. Apanya yang dinikmati?</p>
<p>Sontak aku terkejut, beberapa stasiun televisi swasta terdegar sangat berisik membacakan berita. Siang itu, Jumat (6/8/2010) pagi, sekitar pukul 4.02 WIB. Sebuah bandar udara (bukan bandar narkoba) terbesar di Indonesia (soekarno-Hatta), kedapatan sedang berantakan, antrean ruwet (panjang namun tidak beraturan) calon penumpang, menumpuk di pintu masuk keberangkatan. Dikatakan dirut Angkasapura II Tri Sunoko, penumpukan antrean calon penumpang tersebut terjadi karena padamnya aliran lisrik, listrik di bandara terbesar itu memang sempat padam selama 1,7 detik (dalam bahasa kerennya listrik disana mengalami <em>interupt</em>). Ia juga menambahkan, kekacauan terjadi karena semua sistem komputerisasi bandara harus mengalami proses resetting.</p>
<p>Beberapa media sempat membuat pernyataan, ini adalah kejadian yang buat Indonesia malu. Memalukan karena status bandara Soekarno-Hatta adalah gerbang internasional, konon katanya seluruh dunia menyoroti Indonesia dari sini. Lantas apa jadinya dengan kalimantan, pada kenyataannya Kalimantan didatangi investor dari hampir seluruh belahan bumi, datang untuk mengeruk batubara. Listriknya padam hampir tiap minggu, bahkan sangat sering mengalami padam listrik berjam-jam, sehari tiga kali pula (seperti minum obat). Kenapa Indonesia tidak malu?</p>
<p>Apa benar Indonesia malu gara-gara bandara Soekarno-Hatta padam listrik selama 1,7 detik. Atau malu gara-gara umur bandara sudah mulai uzur?</p>
<p>Tidak kalah berisik, lagi-lagi berita di televisi swasta terdengar sangat gaduh. Katanya SBY membuat pernyataan (lebih tepatnya curhat), kesekian kalinya presiden Indonesia ini berkeluh kesah tentang ancaman keselamatan yang ditujukan kepada dirinya. Lagi-lagi kepolisian dan aparat terkait diminta lebih waspada, tentunya waspada terhadap ancaman yang ditujukan kepadanya, bukan kepada rakyatnya. Tidak kalah heran dan kagum dengan masalah listrik, aku kembali bertanya-tanya. Negara ini, atau presidennya yang sedang berada dibawah ancaman, kok semua orang diajak ikut merasakan suasana terancam?</p>
<p>Apa benar, Indonesia terancam gara-gara presidennya mendapat ancaman yang belum pasti itu, kok Indonesia tidak merasa terancam gara-gara batubara Kalimantan dikeruk secara brutal, dan sudah dapat dipastikan akan segera habis?</p>
<p>Selanjutnya aku berfikir, semoga saja Indonesia tidak merasa terancam karena membaca tulisan ini, lantas bergegas menyebarkan opini akan merencanakan pemindahan ibukota negara ke Kalimantan. Kalu itu benar terjadi, tentunya banyak orang akan merasa terancam. Banyak petani yang terancam akan kehilangan lahan, banyak penambang terancam akan disoroti dunia, banyak pembabat hutan terancam tidak bisa lagi menjalankan aksinya. Lalu, siapa sebenarnya yang terancam?</p>
<p>Semua kembali kepada anda, ingin membuat kesimpulan seperti apa, tulisan ini cuma sekadar curhat. Presiden boleh berkeluh kesah, kanapa aku tidak. Tapi aku kan tidak sedang dalam keadaan malu, apalagi terancam, kok jadi ikut-ikutan curhat?</p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/garuda/'>garuda</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kalimantan/'>Kalimantan</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/merdeka/'>merdeka</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/sby/'>SBY</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=502&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2010/08/12/kalimantan-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rakyat Kebal Peluru, Pamong Dipersenjatai?</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2010/07/07/rakyat-kebal-peluru-pamong-dipersenjatai/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2010/07/07/rakyat-kebal-peluru-pamong-dipersenjatai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Permendagri Nomor 26 Tahun 2010 tentang Penggunaan Senjata Api bagi Anggota Satpol PP pada Maret 2010 sebagai tindaklanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satpol PP.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=500&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ditengah bobrokya sistem pemerintahan, kepala negara melalui mentrin dalam negri, berusaha mencari jalan untuk membungkam mulut demokrasi. Membodohkan masyarakat sekaligus mempersenjatai aparat sipil, kenaikan harga bahan pokok tidak terjangkau, hajat rakyat berkantong tipis semakin terancam.</p>
<p style="text-align:justify;">Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Permendagri Nomor 26 Tahun 2010 tentang Penggunaan Senjata Api bagi Anggota Satpol PP pada Maret 2010 sebagai tindaklanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satpol PP.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Saut Situmorang, mengatakan Satpol PP dipersenjatai semata-mata untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugasnya. Satpol PP bertugas membantu kepala daerah untuk menegakkan peraturan daerah dan membantu mewujudkan &#8220;ketentraman dan ketertiban umum&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Yah begitulah, rakyat di Negara ini mungkin sudah dianggap kebal senjata oleh pemerintahnya. Mereka berfikir masyarakat akan lebih mudah dikendalikan menggunakan senjata api (mengurusi senjata polisi beneran aja belum mampu, eh malah mempersenjatai pamong). Persis seperti ketika zaman orde-ordean dulu. Lebih parah lagi, sekarang kalau mau beli makan di kantin saja, atau apa lah namanya, harus mau menyisihkan uang lebih, sebesar 10% dari jumlah tagihan, katanya sih buat bayar pajak.</p>
<p style="text-align:justify;">Lantas, apa bedanya dengan preman kambuhan. Apa pemerintah sudah kehabisan akal buat bayar upeti ke Amerika dan Belanda? Ah itu bukan urusan kita, kita cuma tinggal menjalankan peraturan saja, walaupun yang membuat aturan sendiri, sebenarnya juga tidak mampu menjalankannya. Negara yang kaya raya ini benar-benar hebat, dan beruntung karena mempunyai rakyat yang <span style="text-decoration:line-through;">mau dibodohi</span> penurut.</p>
<p style="text-align:justify;">Salut buat Indonesia. Aku bangga punya &#8220;Burung Garuda&#8221; yang gagah perkasa, selalu siap berkorban, menjadi pelindung, tak kenal takut, pantang menyerah, rela berjuang sampai titik darah penghabisan <span style="text-decoration:line-through;">Rakyatnya</span>.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/dreaming/'>dreaming</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=500&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2010/07/07/rakyat-kebal-peluru-pamong-dipersenjatai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bosan Untuk Mengeluh Bosan</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2010/07/02/bosan-untuk-mengeluh-bosan/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2010/07/02/bosan-untuk-mengeluh-bosan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 04:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Coin For Charity]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[banjar]]></category>
		<category><![CDATA[banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[forest]]></category>
		<category><![CDATA[fresh]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan selatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[kota banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.wordpress.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh ironis, masyarakat yang hidup di Kalimantan, dengan sumberdaya  alam yang sangat potensial, dimana setiap tahunnya mampu menghasilkan lebih dari 200 juta Metrik Ton batu bara, puluhan juta Metrik Ton biji besi, jutaan Metrik Ton pasir zirkon, jutaan Metrik Ton tanah kromit (bahan campuran nikel/baja), serta sumberdaya air yang tidak terbatas. Justru mengalami kekurangan pasokan energi listrik.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=490&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menikmati hidup di <strong>Banjarbaru</strong>, sama dengan kehidupan di <strong>Kalimantan</strong> pada umumnya. Semua kegiatan, tidak tergantung bidang apa saja, semua mengalami kendala cukup berarti. Mulai dari sulitnya pasokan energi <strong>listrik</strong>, sampai dengan kebutuhan pokok berupa <strong>beras</strong>, tidak pernah normal.</p>
<p>Keluhan demi keluahan bisa didengar setiap hari disini, setiap warga Kalimantan, Banjarbaru khususnya, sangat biasa mendengar keluhan. Bahkan saking biasanya mengalami pemadaman listrik, pernah ada seseorang, bertanya kepada petugas PLN ranting, &#8220;Kapan pemadaman listrik bergilirnya pak, kok sekarang sudah jarang padam?&#8221; tanya orang tadi.</p>
<p>Sungguh ironis, masyarakat yang hidup di Kalimantan, dengan sumberdaya  alam yang sangat potensial, dimana setiap tahunnya mampu menghasilkan lebih dari 200 juta Metrik Ton batu bara, puluhan juta Metrik Ton biji besi, jutaan Metrik Ton pasir zirkon, jutaan Metrik Ton tanah kromit (bahan campuran nikel/baja), serta sumberdaya air yang tidak terbatas. Justru mengalami kekurangan pasokan energi listrik.</p>
<p>Lantas siapa yang salah, tidak ada satu pun pihak, mau dan merasa bersalah, semuanya merasa benar. Benar saja sekaran baru terasa di sektor tertentu saja. Bagai mana nanti, 20 atau 30 tahun lagi. Kalimantan mungkin akan mengalami krisis air bersih, krisis bahan baku serta krisis pangan.</p>
<p>Baiklah, silakan kalian mengeruk kekayaan Kalimantan sampai merasa puas, silakan gunakan hasil-nya untuk membangun desa kalian, menjadi &#8220;megapolitan&#8221; serba megah. Tidak ada gunanya kalian membanggakan diri dimata dunia, toh dunia tahu yang sebenarnya, darimana harta kalian didapatkan, bumi siapa yang kalian keruk dan untuk apa hasilnya digunakan.</p>
<p>Perlu di ingat, kalimantan tidak akan habis, Irian tidak akan habis, Sumatra dan Sulawesi tidak akan habis. Bumi tidak akan pernah kehabisan sumber daya alam, bahkan semua sumberdaya alam sangat lebih dari cukup, sanggup menjamin hidup semua makhluk yang tinggal di dalamnya, sampai akhir zaman nanti.</p>
<p>Kalian sangat perlu ingat, bahwa di Kalimantan, Irian, Sumatra, Sulawesi serta pulau lainya. Ada makhluk hidup membuat peradaban disana, mereka perlu makan, mereka perlu penghidupan. apa yang terjadi seandainya hajat mereka terusik, adakah orang yang mampu mengendalikannya? Semua itu pernah terjadi di tanah kami ini, apa jadinya kalau hal itu kembali terulang disini?</p>
<p>Entah lah, aku tidak sanggup membayangkannya.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/action/'>action</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/banjar/'>banjar</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/banjarbaru/'>Banjarbaru</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/banjarmasin/'>banjarmasin</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/budaya/'>Budaya</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/dreaming/'>dreaming</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/forest/'>forest</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/fresh/'>fresh</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/green/'>green</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kalimantan/'>Kalimantan</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kalimantan-selatan/'>kalimantan selatan</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kemakmuran/'>kemakmuran</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kesejahteraan/'>kesejahteraan</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kota-banjarbaru/'>kota banjarbaru</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/negara/'>Negara</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/pendidikan/'>Pendidikan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/490/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=490&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2010/07/02/bosan-untuk-mengeluh-bosan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi, Teori Ekonomi dan Perbankan</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2010/05/17/diskusi-teori-ekonomi-dan-perbankan/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2010/05/17/diskusi-teori-ekonomi-dan-perbankan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 04:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Ini Baru Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[teori ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[teori perbankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu ekonomi terkait erat dengan kemakmuran. Bukankah sudah kita ketahui, bahwa ilmu ekonomi adalah bahan kajian yang mempelajari upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran (kesejahteraan). Dapat pula dinyatakan bahwa hakekat mempelajari ilmu ekonomi, terbatas pada prinsip kesejahteraan material.

Nah! Kalau begitu, jika masyarakat sejahtera berarti masyarakat tersebut mengalami kemakmuran. Masyarakat dikatakan makmur apabila semua kebutuhan materi dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya, dan tingkat kemakmuran dapat diukur dari banyaknya barang dan jasa yang dihasilkan, serta banyak barang dan jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.Dengan kata lain, kemakmuran sebuah tatanan hidup dalam masyarakat, dapat diukur melalui tinggi atau rendahnya daya jual dan beli masyarakatnya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=481&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Ilmu ekonom</strong>i terkait erat dengan kemakmuran. Bukankah sudah kita ketahui, bahwa ilmu ekonomi adalah bahan kajian yang mempelajari upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai <strong>kemakmuran</strong> (kesejahteraan). Dapat pula dinyatakan bahwa hakekat mempelajari ilmu ekonomi, terbatas pada <strong>prinsip kesejahteraan material</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah! Kalau begitu, jika masyarakat sejahtera berarti masyarakat tersebut mengalami kemakmuran. Masyarakat dikatakan makmur apabila semua kebutuhan materi dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya, dan tingkat kemakmuran dapat diukur dari banyaknya barang dan jasa yang dihasilkan, serta banyak barang dan jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.Dengan kata lain, kemakmuran sebuah tatanan hidup dalam masyarakat, dapat diukur melalui tinggi atau rendahnya daya jual dan beli masyarakatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya saya harus lebih banyak belajar lagi tentang tori ekonomi, pengetahuan saya tentang ilmu ekonomi memang lumayan terbatas. Ketika masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP), saya kurang suka dengan mata pelajaran ekonomi, dan hal itu juga yang membuat saya kemudian lebih memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan. Pilihan saya jatuh kepada pendidikan kejuruan teknik elektonika, pemilihan jurusan ini saya rasa paling tepat, untuk alasan menghindari meta pelajaran ekonomi tentunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Teori ekonomi di awal, saya kutip dari hsil perbincangan yang katanya ringan. Saya bertemu dengan seorang pengamat ekonomi. Ia mengaku sebagai seorang <strong>Profesor</strong><em><strong> </strong>atau </em><strong>Processor</strong>, waktu itu saya kurang jelas, diawal perbincangan saya memang agak kurang menyimak. Agar lebih mudah saya sebut saja beliau seorang <strong>Processor</strong>. Ketika mulai memasuki behasan tentang ekonomi barulah saya mulai serius, saya fikir ini kesempatan baik untuk menggali, barangkali saja beliau punya trik jitu cara berinvestasi sehat dengan modal kecil. Memasuki bahasan landasan teori ekonomi dada dan kepala saya mulai terasa sesak, bukan karena sakit, tapi karena merasa otak saya agak lambam merespon isi bahasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Beruntung, kebodohan saya dalam hal ilmu ekonomi membuat saya agak bawel, beberapa pertanyaan saya lontarkan, terkadang membuat orang itu berkrenyit kening. &#8220;Berarti, teori ekonomi semacam itu, sudah berlaku sebelum saya lahir ya pak.&#8221; tanya saya dengan tampang bego. &#8220;Bisa dikatakan begitu, mungkin waktu itu kamu sudah berbentuk zat, tapi belum keliatan bentuknya,&#8221; ujar orang itu, dengan sedikit canda. mungkin maksudnya untuk mencairkan suasana, &#8211; heheheee&#8230;, lucu juga orang ini, lumayan lah, hitung-hitung hiburan gratis.- Kemudian setelah suasana agak mencair, perbincangan mulai saya alihkan. Kali ini pokok bahasannya adalah perbankan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<strong>Bank</strong> (baca: [<strong>Bang</strong>]) adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Kata bank  berasal dari bahasa Italia<em><strong> banca</strong> </em>(baca: [<strong>Ban;ka</strong>]) berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat, dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat, dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kutipan tersebut hanya sebagian kecil bahasan saja yang saya ingat, orang itu memberikan penjelasan, setelah sebelumnya saya bertanya mengenai teori perbankan. mungkin Semua landasan teori diungkap dalam perbincangan kali ini, saking panjangnya penjelasan beliau membuat kepala saya tambah pusing. &#8220;Berarti, teori ekonomi dan teori perbankan bertentangan dong pak.&#8221; Kali ini tampang saya benar-benar bego, dan lagi-lagi pertanyaan saya membuat kening sang processor berkreyit kusut. &#8220;Maksud kamu, bagian mana yang bertentangan,&#8221; eh, orang itu malah balik menanyai saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mulai menjabarkan pertanyan bodoh saya, kemudian saya kembali mengulang teori ekomi dan teori perbankan, yang beliau jabarkan diawal dan ditegak perbincangan. Saya berusaha mati-matian mengingat kembali ucapkan beliau sebelumnya, sambil merangkai, sesekali beliau mengoreksi ucapan saya. bukankah kemakmuran sebuah tatanan hidup dalam masyarakat, dapat diukur melalui tinggi atau rendahnya daya beli masyarakatnya. Sedangkan yang dimaksud dengan bank  adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya. apakah itu tidak bertentangan?</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, ketika bank menghimpun dana dari masyarakat, maka secara bersamaan akan berakibat berkurang pula daya beli masyarakat. Bahkan investasi dari masyarakat pada sebuah bank, kemudian akan dikembalikan dalam bentuk bunga yang relatif kecil. Bukankah untuk mencapai kemakmuran, masyarakat diharuskan memenuhi kebutuhan materi sebaik-baiknya. Idealnya masyarakat, seharusnya justru dihimbau untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan materi, menghasilkan sebanyak-banyaknya barang dan jasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa malah disuruh ramai-ramai menabung, terlebih lagi merelakan uangya mengendap dalam sebuah produk bank yang bernama deposito, asuransi dan apa lah namanya. Kali ini saya benar-benar tidak mengerti, demikian juga sang Processor malah terlihat linlung, tak lama kemudian beliau malah menyudahi perbincangan kami, alasannya ia harus buru-buru karena beliau ada janji. -Waduh, saya kan belum selesai, dan beliau kan belum menjelaskan, apa karena saking tololnya saya ya, hingga beliau malas meladeni saya.- Lantas mana yang benar, kita (masyarakat) disuruh mengikuti teori yang mana, apakah kedua teori harus dipatuhi, atau dibuang jauh-jauh kemudian diambil mana baiknya saja?</p>
<p style="text-align:justify;">Maaf ya omm <strong>Processor</strong>, saya terpaksa menulis ini. Maksudnya agar ada orang yang lebih mengerti tentang teori ekonomi, supaya mau mengajari saya. Omm <strong>Processor</strong> juga boleh, itu pun kalau omm processor berkenan menerima saya sebagai siswa didiknya.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/banjarbaru/'>Banjarbaru</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kemakmuran/'>kemakmuran</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kesejahteraan/'>kesejahteraan</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/teori-ekonomi/'>teori ekonomi</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/teori-perbankan/'>teori perbankan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=481&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2010/05/17/diskusi-teori-ekonomi-dan-perbankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamu Masih Mampu Bekerja, Nak</title>
		<link>http://carboneus.wordpress.com/2010/05/10/kamu-masih-mampu-bekerja-nak/</link>
		<comments>http://carboneus.wordpress.com/2010/05/10/kamu-masih-mampu-bekerja-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 05:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>carboneus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[inovation]]></category>
		<category><![CDATA[kota banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://carboneus.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membaca postingan seorang guru salah satu SD tertinggal sebuah kabupaten di Kalimantan Selatan, sedang semangat menceritakan bahwa ia baru saja lulus seleksi untuk mendapat beasiswa program pasca sarjana di pulau Jawa. Bertolak belakang dengan postingan seorang guru SMP di sebuah kecamatan daerah Kota Banjarbaru masih dalam wilayah pemerintahan provinsi Kalsel, ia menceritakan kemirisan hatinya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=466&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah membaca <a href="http://manusiasuper.wordpress.com/2010/05/04/beasiswa/">postingan seorang guru</a> salah satu SD tertinggal sebuah kabupaten di <strong>Kalimantan Selatan</strong>, sedang semangat menceritakan bahwa ia baru saja lulus seleksi untuk mendapat beasiswa program pasca sarjana di pulau Jawa. Bertolak belakang dengan <a href="http://amed.wordpress.com/2010/04/26/konvoi/">postingan seorang guru SMP</a> di sebuah kecamatan daerah <strong>Kota Banjarbaru </strong>masih dalam wilayah pemerintahan provinsi <strong>Kalsel</strong>, ia <a href="http://amed.wordpress.com/2010/04/20/rage/">menceritakan kemirisan hatinya</a>, prihatin trhadap kelakuan anak sekolah jaman sekarang.</p>
<p><strong>Dejavu</strong></p>
<p>Delapan tahun yang lalu, saya pernah kehilangan motivasi belajar dan bekerja. Waktu itu kuliah yang saya tempuh terasa sangat berat, penrjuangan keras saya tempuh untuk bisa menyelesaikan Program Studi Elektronika pada sebuah Institut di pulau jawa. Sebagai mahasiswa perantau berasal dari keluarga sederhana saya tentu saja dituntut serba prihatin, apa mau dikata &#8220;mahasiswa bukanlah manusia maha bisa,&#8221; sebagai perantau berprofesi ganda (mahasiswa dan pekerja serabutan) selalu saja banyak menemui kendala dalam setiap langkah meraih sukses untuk menjadi seorang sarjana.</p>
<p><strong>Teman, Cerdas dan Rajin<br />
</strong></p>
<p>kala itu saya punya seorang teman, cerdas, rajin dan pintar orangnya, &#8211; tidak seperti saya yang bandel dan urakan. Heheee&#8230;, &#8211; Ia berasal dari keluarga sangat sederhana, sebut saja Amin (bukan nama sebenarnya), Ayahnya seorang petani ulet yang mempunyai sepetak kecil tanah sawah, luasnya kurang dari 400 M², Ibunya seorang penjual sayur di lapak pinggiran jalan sekitar pasar dekat desanya. Waktu itu saya diajak Amin pulang kerumah orang tuanya, disepanjang jalan tidak hentinya Amin bercerita tentang impian besarnya, ia bercita-cita ingin ikut memakmurkan desanya yang lumayan tertinggal.</p>
<p>Lebih dari satu jam perjalanan kami tempuh menggunakan sepeda motor butut milikku, bebek empat tak miliku kala itu baru saja merayakan ulang tahun yang ke delapan belas. Setelah hampir empat jam perjalanan menyusuri jalan lintas pedesaan akhirnya kami sampai di rumah orang tua Amin, sebuah rumah kayu sederhana namun terlihat apik dan asri terletak dipinggir sawah milik ayah Amin. Begitu turun dari motor bututku, Amin langsung menyusul ayahnya ke tengah sawah, sampai ditengah sawah ia langsung meraih tangan pak Danu (bukan nama asli) kemudian menempelkan tangan ayahnya ke hidung, dahi dan kedua pipinya, &#8220;Pak, aku ngajak temanku. Katanya mau menginap dirumah kita,&#8221; ujar Amin membuka kalimat kepada pak Danu. saya pun bersalaman dengan pak Danu sambil memperkenalkan diri, &#8220;Ini teman kuliahmu ya Min. Boleh saja kalau mau menginap, tapi, ya begitu keadaanya rumah kami,&#8221; tanya pak Danu kepada Amin sambil menceritakan situasi dalam rumahnya sekaligus mengajak saya berjalan menuju rumah mereka. Kebetulan saat itu hari sudah sore menjelang senja.</p>
<p><strong>Amin Ikhlas Bersyukur</strong></p>
<p>Malam harinya, Amin sekeluarga mengajakku makan malam di beranda setengah terbuka. Kami duduk diatas bale-bale dari bambu karya tangan terampil pak Danu, sebuah bale bambu yang sangat rapi dan halus. Di beranda depan rumah itu, kami menikmati santapan malam sederhan dengan lauk tahu tempe ditambah lalapan belut goreng serta sambal terasi &#8216;<em>hmmm&#8230;, yummy</em>&#8216; makanan yang disuguhkan malam itu benar-benar terasa sangat nikmat.</p>
<p>Ketika baru saja selesai makan Amin berbicara peda ibunya yang sedang membuat kopi didapur rumahnya, jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kami makan, hanya terpisah dinding yang terbuat dari anyaman bambu, &#8220;Amin diminta ngambil beasiswa sama pihak  kampus bu,&#8221; ujar Amin dengan suara lembut, berusaha memberitahu perihal beasiswa kepada ibunya. &#8220;Ndak usah sok pinter kamu, Min. Kamu kan masih mampu bekerj,&#8221;  - Xhixhiii&#8230;, saya malah ketawa-ketiwi waktu Amin diomelin ibunya. &#8211; Sambil membawa tiga gelas kopi menuju bale-bale ibunya Amin kembali ceramah di depan semua orang yang duduk di bale saat itu, &#8220;Kamu ndak tau kan Min. Barangkali saja ada orang yang lebih berhak untuk dapet besiswa itu, kamu mau&#8230;, kemakan hak orang yang lebih membutuhkan uang beasiswa itu,&#8221; kali ini ibunya Amin tambah bawel, dan tambah serius menanggapi Amin. sambil meletakkan gelas kopi di bale tempat kami duduk, kemudian ibu melanjutkan dengan cerita tentang tetangga nenek Amin yang yatim piatu, sebut saja Ikhlas (bukan nama asli), pintar, berprestasi sekaligus tulang punggung bagi dua orang adik, uang beasiswa saja tidak cukup untuk membiayai kuliah Ikhlas, terlebih lagi Ikhlas harus membiayai kebutuhan mereka bertiga termasuk menanggung uang sekolah dua adikya. Lah&#8230;, bener juga tuh ibunya Amin.</p>
<p>Mendengar cerita ibunya Amin, motivasi kembali menyala-nyala dalam diri saya &#8211; walau saya tidak secerdas dan tidak dapat jatah beasiswa seperti Amin, &#8211; seperti menemukan energi dan semangat baru untuk lebih giat lagi berusaha. Sekembalinya dari desa, saya dan Amin kembali berkutat di lingkungan akademis, kami kembali bergelut dengan kesibukkan masing-masing, Amin seorang mahasiswa merangkap <em>&#8216;operator photo copy</em>&#8216; mematuhi pesan ibunya, dan saya sendiri seorang mahasiswa merangkap kuli <em>&#8216;designer aparel distro&#8217;</em> ikut-ikutan mematuhi pesan ibunya Amin.</p>
<p>sejak saat itu Amin berjanji pada diri sendiri, tidak akan mengambil jatah beasiswa selama masih mampu menghasilkan uang, dari titik peluh sendiri. Namun baru dua tahun yang lalu Amin bercerita jujur kepada saya. &#8211; Hahaaay&#8230;, Amin bisa juga bohongin ibunya, selama empat tahun lagi, hehheheeee -. Ternyata saat itu ia tetap mengambil jatah beasiswa tersebut, bukan untuk dirinya memang. Ia mengambil beasiswa dalam bentuk tabungan, ternyata selama hampir empat tahun lamanya diam-diam setiap bulan Amin menberikan uang beasiswanya kepada Ikhlas, Amin bersyukur bisa membantu Ikhlas sampai sampai berhasil lulus kuliah. Sungguh luarbiasa seandainya semua orang mau berbagi seperti Amin. Alangkah gembiranya bila mereka yang benar-benar berhak bisa mendapatkan beasiswa, semoga ilmu yang mereka dapat dari uang beasiswa bisa mendatangkan manfaat bagi kita semua. Amiiiin&#8230;!</p>
<br /> Tagged: <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/banjarbaru/'>Banjarbaru</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/budaya/'>Budaya</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/inovation/'>inovation</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/kota-banjarbaru/'>kota banjarbaru</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/motivasi/'>Motivasi</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/pendidikan/'>Pendidikan</a>, <a href='http://carboneus.wordpress.com/tag/wisata/'>wisata</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/carboneus.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/carboneus.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/carboneus.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/carboneus.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/carboneus.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/carboneus.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/carboneus.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/carboneus.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/carboneus.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/carboneus.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/carboneus.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/carboneus.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/carboneus.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/carboneus.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=carboneus.wordpress.com&amp;blog=14179183&amp;post=466&amp;subd=carboneus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://carboneus.wordpress.com/2010/05/10/kamu-masih-mampu-bekerja-nak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e4ecb96bc18c4272e69c67c1c99b7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">carboneus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
