Al Quran MenjelaskanTentang Hujan

Posted on December 12, 2011

4


Semakin canggihnya teknologi, mengispirasi banyak bidang ilmu pengetahuan, termasuk bidang ‘Meteorologi dan Geo Fisika’ dalam perkembangannya, sebelumnya sampai dengan awal abad ke 20 disebutkan; satu-satunya fungsi angin terhadap awan adalah menggerakkan awan. Namun berkat teknologi akhirnya para ilmuan menemukan sifat angin yang mengawinkan antara ‘awan’ sebagai objek utama, dengan partikel gelembung ion air dalam udara yang disebut ‘aerosol’ hingga terbentuknya hujan.

Banyak ilmuan yang terlibat dalam penelitian tersebut terkejut, ketika menemukan salah satu ayat dalam ‘Al Quran’ yang menyebutkan hal demikian. “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (aerosol dan awan), dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.”[QS. 15:22]

Jauh sebelum manusia memiliki kepandaian tentang ilmu ‘Meteorologi dan Geo Fisika’ berabad-abad yang lalu, ternyata Al Quran sudah memberitahukan hal ini kepada manusia di dunia. Fungsi angin yang mengawinkan ini dapat dilihat sebagaimana kejadian berikut:

Angin yang bertiup di samudera bergesekan dengan permukaan air laut, kemudian menimbulkan gelembung udara akibat terbentuknya buih. Ketika gelembung udara yang jumlahnya tidak dapat dihitung terangkat dari permukaan ini pecah, jutaan partikel kecil yang dikenal sebagai aerosol, dengan ukuran kira-kira sekitar 2 nm sampai 100 um ini kemudian terangkat dan bercampur dengan udara.

Al Quran Menjelaskan Tentang Hujan

Gambar Awan yang Indah Ini Milik www.carboneus.com

Tidak berhenti sampai disitu, partikel aerosol dalam udara selama perjalanan melalui banyak rintangan, ketika sampai di daratan, ia akan berbaur dengan beberapa unsur penting yang terkandung dalam partikel debu dari tanah. Kombinasi aerosol dan beberapa unsur kimia yang terlepas dari partikel debu tanah, salah satunya ‘Nitrogen’ kemudian terangkat ke lapisan udara lebih tinggi. Dengan bantuan angin sampailah mereka pada salah satu lapisan ozon yang bernama troposfir, lapisan ozon ini mengandung unsur berbagai gas kimia, hasil dari seluruh aktifitas di permukaan bumi. Disinilah uap air bertemu berbagai macam partikel zat tertentu, hingga kemudian terbentuk menjadi gumpalan awan, karena suhu yang dingin. Berkat bantuan partikel-partikel bebas yang terkandung dalam troposfer, uap air berupa awan mengembun di sekitar aerosol membentuk butiran air, ketika jumlahnya menjadi bertambah banyak maka air pun jatuh ke bumi.

Dalam Al Quran hal ini disebutkan dengan:
“Demi langit yang mengandung hujan.” [QS. 86:11]

“Dan Allah, Dia-lah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu kami hidupkan bumi setelah matinya dengan “hujan” itu. Demikianlah kebangkitan itu.” [QS. 35:9]

Serta masih banyak lagi, ayat dalam surah yang dituliskan dalam mushaf Al Quran, membahas tentang ‘hujan’ dengan segala ketentuannya yang sangat terencana. Bahkan tidak ada satu pun desain yang dibuat manusia, dengan perhitungan paling cermat sekalipun, dapat menyamai seperti yang disebutkan dalam Al Quran.

Hebatnya lagi, Al Quran manyebutkan hal ini pada saat manusia masih belum mengenal tentang ilmu pengetahuan, ia diturunkan jauh sebelum peradaban manusia mengenal teknologi cangih, yang dapat mempelajari ilmu ‘Meteorologi dan Geo Fisika’ secara akurat, seperti yang terjadi saat ini.

Bagaimana menurut anda?

[Ditulis berdasar beberapa ayat yang terkandung dalam surah, dalam mushaf Al Quran, dan beberapa referensi yang ditunjuk www.google.com, dengan kata kunci "Al Quran menjelaskan tentang hujan."]

Advertisement