Laskar yang Tersisa

Posted on September 26, 2011

6


Ini bukan judul Novel, Cerpen, apa lagi Film. judul di atas bukan asal comot, tapi asal karang “kyanya ga ada beda antara dua-duanya ya, heheeeee.” Setelah membaca beberapa postingan teman-teman Blogger yang mengikuti lomba SEO Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia, beberapa hari ini saya menemukan banyak opini serupa, sebagian besar menuding banyak blog yang ditinggalkan pemiliknya. Mari kita cermati sejenak, mengapa fenomena ini terjadi. Khusus bagi pengguna Blog di Indonesia, setelah sedikit dipelajari, ternyata pengguna blog di Indonesia banyak yang tidak mengerti, untuk apa blognya digunakan. Sebagian lagi mempunyai alasan cukup beragam, mulai dari malas, kurang ide, sampai masalah koneksi internet yang terbatas.

Penunjang Bisnis

Mari kita renungkan, ternyata tidak sedikit yang menninggalkan atau menelantarkan blog dengan alasan serupa. Namun saya menemukan cukup banyak blogger yang setia, semagat menjadikan blog sebagai media informasi usaha sekarang ini mulai kebanjiran peminat, alasnnya simpel, selain tidak memerlukan biaya, cara tersebut dinilai cukup efektif, pengguna dapat menggunakan blog berbasis bisnis secara bebas dan gratis.

Cukup dengan bermodal blog, koneksi dan tentu saja sedikit keahlian meulis artikel, penggiat bisnis sudah dapat mempromosikan produk usahanya melalui internet. Ini menjadi motivasi bagi sebagian blogger yang masih setia dengan blognya.

Berbagi Informasi

Tidak jauh beda, sebagian blogger yang bertahan pada komunitas Blogger Kayuh Baimbai memiliki beragam motivasi. Ada yang sekadar ingin berbagi informasi, menekuni bidang penulisan sastra, bisnis, fotografi, dan masih banyak lagi. Memang tidak banyak yang tersisa, namun motivasi, kesetiaan, semangat persaudaraan meraka patut kita contoh.

Mereka yang tersisa dan masih setia, bukanlah orang-orang yang terpilih, meraka adalah orang-orang yang mempunyai semagat kuat. Kembali kepada masing-masing, untuk apa semangat itu dibangun tergantung dari niat yang ditanamkan. Seperti kata pepatah “siapa yang menanam benih ia jua yang akan menuai.” Yakinlah kawan, semua hasil akan datang menghapiri kita.

Advertisement